MIU Login

Masih SAKTI..kah PANCASILA?-Renungan Jum’at

Masih SAKTI..kah PANCASILA ?

Seorang santri bertanya pada kyainya… “Pak Kyai, Pancasila sekarang apa masih sakti? Pak Kyai tersenyum… beliau bilang… sudah ndak perlu bertanya tentang apakah pancasila masih sakti atau sudah tidak sakti lagi. Yang jelas semakin lama semakin banyak yg lupa kalau kemarin lalu (1 oktober) adalah hari kesaktian pancasila…   sepertinya sudah kurang lagi bergema tentang peringatan hari kesaktian Pancasila.

Kesaktian Pancasila, jika kebutuhan pokok dari bangsa terpenuhi secara mandiri.  Kesaktian Pancasila, jika  asset bangsa dikuasai dan dimanfaatkan sendiri. Kesaktian Pancasila, jika banyak dari masyarakatnya  bangga akan produk bangsa sendiri.  Kesaktian pancasila, jika rakyatnya damai dan sejahtera.

Pak Kyai bilang, dulu Yang Maha Kuasa memberikan jalan kepada para tokoh bangsa untuk mempersatukan rakyat, mempersatukan ribuan pulau, mempersatukan ratusan suku, mempersatukan bahasa…. yaitu dalam satu bangsa yang disebut Indonesia melalui dasar negara yang kita sebut Pancasila.

Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut pak kyai, bahwa sebenarnya jika kita mengamalkan semua itu…. maka bangsa ini akan menjadi SAKTI,  bangsa ini akan menjadi bangsa yang makmur, bangsa yang sejahtera, bangsa yang tidak menggantungkan pada bangsa lain, bangsa yang mandiri.

Apakah masih sakti ?, Ketika dalam Pancasila ada KETUHANAN YANG MAHA ESA…, tetapi  banyak orang menuhankan materi, menuhankan manusia, menuhankan tahta, menuhankan kekuasaan, menuhankan hal-hal lain,   tidak benar benar menuhankan Tuhan Yang Maha Esa lagi.

Apakah masih sakti ?, Ketika dalam Pancasila ada KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB…., tetapi  banyak manusia yang tidak dimanusiakan, ada manusia yang dituhankan, ada manusia yang dikerdilkan dll.

Apakah masih SAKTI ?, ketika dalam Pancasila ada PERSATUAN INDONESIA…., tetapi banyak organisasi massa sering gontok-gontokan, pelajar pada tawuran, partai partai  konflik tuk berebut kekuasaan dll

Apakah masih SAKTI ?, ketika dalam pancasila ada KERAKYATAN, tapi para pimpinan, para orang orang elit  hanya ketika dekat-dekat pemilu saja sok merakyat, sok bicara untuk kepentingan rakyat, sok membela kepentingan rakyat. Tapi Kalau pemilunya sudah selesai, lupa akan kepentingan rakyat.

Apalagi ketika bicara keadilan, adil buat siapa? Adil untuk siapa?

Pak Kyai bilang…. sebenarnya hari kesaktian pancasila adalah momen penting untuk mengingatkan kita… memotivasi kita untuk melaksanakan kelima sila itu, untuk apa? Untuk menuju bangsa yang mandiri…, bangsa yang tidak bergantung pada bangsa lain…, bangsa yang beradab…, bangsa yang makmur…, bangsa yang memberi warna kepada dunia dengan warna yang lebih baik.

Pak Kyai berpesan, bahwa bukan karena SAKTINYA PANCASILA bangsa ini menjadi bangsa yang mandiri dan bangsa yang sejahtera…., Tetapi untuk menjadi bangsa yang mandiri dan sejahtera… para pimpinan dan masyarakatnya harus betul betul menuhankan Tuhan Yang Maha Esa,  betul-betul memanusiakan manusia dan beradab,  betul betul bersatu, berorientasi pada kesejahteraan bersama, dan para pimpinan dan masyarakatnya harus selalu berperilaku adil.

Wallahu a’lam 🙏🙏🙏

Berita Terkait