Jualan Agama
Agama, agama, agama… siapa yg mau beli….
Seorang santri senior membawa gorengan pisang dengan tampah yang disunggi diatas kepalanya.
kemudian santri ini berteriak menawarkan dagangannya. Tapi dia tidak teriak pisang goreng.. pisang goreng. Namun dia berteriak… agama.. agama.. agama.. siapa yg mau beli… ? Islam… Islam.. Islam.. siapa yg mau beli..?
ketika santri itu ditanya… kok jualan agama mas?
Dia bilang bahwa saat ini memang lagi ramai orang pada jualan agama. Biasa.. dekat dekat Pilkada… banyak orang kemudian jualan agama.
Agama dijadikan dagangan untuk mempermainkan emosi umat. Isu agama menjadi laris manis untuk menurunkan atau menaikkan elektabilitas para calon. Isu agama menjadi laris untuk menyerang lawan politik.
Bahwa calon ini lebih Islami dan calon itu lebih sekuler. Bahwa calon ini lebih perhatian thd umat Islam, dan calon itu kurang perhatian. Bahwa calon ini lebih dekat dg para ulama dari pada calon yg lain…. dst.
Santri itu kemudian bilang bahwa “Islam adalah kejujuran, Ketertiban, kepatuhan terhadap hukum, kedisiplinan, ketekunan, kebersihan, kebersamaan, kasih sayang, Islam adalah Nilai-nilai”.
“Islam itu universal”; Islam menjadi sempit karena kita sendiri”; “ Islam kadang dibatasi oleh partai, Islam dibatasi oleh asesoris, Islam dibatasi oleh simbol-simbol penampilan, Islam dibatasi hanya urusan capres, pilkada…. “Islam adalah rahmat bagi alam semesta”.
Seringkali Islam menjadi ramai dibicarakan ketika musim pemilihan kepemimpinan. Agama seringkali sebagai alat untuk promosi… demi sebuah jabatan, demi sebuah fasilitas, demi sebuah kekuasaan. Ketika pemilihan kepemimpinan negara…, maka ramai sekali pembicaran-pembicaraan koalisi antar partai yang berbasis Islam, ramai dg isu isu agama, ramai dg kunjungan calon yg berkunjung kpd tokoh agama dll.
Kita seringkali heboh dengan Simbol Islam, tapi kurang berkomitmen untuk membangun dan memperjuangkan nilai-nilai universal Islam. Islam adalah sistem nilai dan ajaran yang bersifat universal dan berlaku sepanjang zaman. Islam sebagai rangkaian nilai di harapkan membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Islam tidak hanya di peruntukkan bagi segelintir orang dan kelompok, melainkan kepada seluruh alam semesta, sehingga implementasi nilai-nilai keislaman dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia.
Semoga, kita mampu menempatkan Islam pada tempat yang paling terhormat dan mulia, sebagai sebuah nilai dan ajaran yang berasal langsung dari Sang Maha Agung, Sang Maha Meliputi. Dan semoga kita mampu untuk mengimplementasikan nilai-nilai Islam dan mampu memperjuangkan nilai-nilai Islam untuk kedamaian dan kesejahteraan bersama, tidak saja kesejahteran bagi manusia tetapi juga kesejahteraan bagi semua makhluk di alam semesta ini.
Wallahu a’lam 🙏🙏🙏





