MIU Login

Hikmah Maulid (Al-Qur’an & Cara Pandang Pengetahuan)-Renungan jum’at

Hikmah Maulid

(Al-Qur’an & Cara Pandang Pengetahuan)

Ya Rosul

Wahai Nabi, semoga kesejahteraan tetap untukmu

Wahai Rosul, semoga kesejahteraan tetap untukmu

Wahai Kekasih, semoga kesejahteraan tetap untukmu, juga Rahmat Allah semoga tetap tercurah untukmu.

*

Dalam pengajian memperingati Maulid Nabi, Pak Kyai menyampaikan kepada para santrinya tentang Mukjizat Al-Qur’an yang diberikan kepada Nabi Muhammad.

Pak Kyai menjelaskan bahwa Allah menurunkan mukjizat kepada para nabinya sesuai dengan tuntutan zaman, sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat pada zamannya.

Nabi Musa diberikan mukjizat .. di beri kemampuan untuk dapat mengalahkan dan menaklukkan sihir… karena pada zaman itu… Fir’aun dan para orang orang dekatnya dan masyarakat disekelilingnya mempunyai obsesi terhadap kekuatan sihir.

Nabi Isa diberikan mukjizat… diberikan kemampuan untuk melakukan pengobatan… bahkan Nabi Isa dapat menghidupkan orang mati, Menyembuhkan orang buta… karena memang pada zamannnya… masyarakatnya pada saat itu sangat terobsesi oleh berbagai teknik pengobatan.

Nabi Muhammad… Nabi akhir zaman… diberikan mukjizat Al-Qur’an… di dalamnya Al-Qur’an terdapat antara lain berbagai ide  sumber ilmu dan teknologi… termasuk juga ilmu dan teknologi yang menjadi kebutuhan umat sampai akhir zaman.

Mukjizat Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad, Karena umat pada zamannya dan pada zaman ini dan mungkin sampai akhir zaman, sangat terobsesi dan mengagung-agungkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

*

Pak Kyai terus memberikan penjelasan bahwa perkembangan teknologi yang ada seringkali menyebabkan hal buruk pada alam, seringkali inovasi-inovasi teknologi banyak yang menyebabkan rusaknya alam. Mesin-mesin pada semua industi yang mengeluarkan limbah… jelas-jelas merusak lingkungan, merusak ekosistem.

Kelihatannya ilmu dan teknologi tersebut memberikan kemudahan dalam kehidupan manusia,, tetapi jangka panjangnya, akan menurunkan dan merusak kehidupan manusia itu sendiri dan termasuk didalamnya adalah kerusakan alam yang lebih luas.

Itu terjadi jika ilmu pengetahuan tidak didasarkan dan tidak bersumber dari Al-Qur’an yang merupakan mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad.

Berbagai bencana yang terjadi didunia ini seperti banjir yang terjadi dimana mana dipenjuru dunia ini, gempa, gunung meletus, angin putting beliung, berbagai krisis kehidupan, krisis karakter, krisis lingkungan, krisis perilaku, krisis pangan, krisis air, krisis energy, korupsi, manipulasi, saling ingin berkuasa, saling berebut dan lain lain, adalah akibat ilmu pengetatahuan dan teknologi yang dihasilkan tidak menggunakan cara pandang yang mendasarkan pada mukjizat Al-Qur’an tersebut.

Ketika cara pandang dalam menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak didasarkan pada Al-Qur’an maka pasti  hasil dari ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut akan  semakin memisahkan antara kesadaran dengan materi, dan manusia akan semakin menganggap alam  sebagai takberkesadaran dan tanpa makna. Manusia akan semakin menganggap bahwa alam semesta seolah-olah sebagai benda mati, hanya sekedar objek. Sehingga interkoneksitas jejaring kehidupan antara manusia dengan alam dan dengan hal-hal transendental menjadi terputus.

Akibatnya apa yang dilakukan bertujuan untuk menguasai segala sesuatu. Alam dipahami bukan untuk mencari makna kehidupan, melainkan untuk dikuasai sedemikian rupa. Sehingga ilmu pengetahuan yang berkembang dan teknologi yang juga berkembang selalu bersifat merusak.

Kelihatannya semakin maju… kelihatannya semakin banyak teknologi yang tercipta, banyak berdiri gedung gedung mewah pencakar langit, banyak bediri mall mall, banyak orang yang menggunakan logika logika globalisasi/modernisasi.. yang sebenarnya akan lebih menjauhkan kita kepada alam, sehingga  kualitas lingkungan terus menurun dan pada akhirnya alam semakin tidak bersahabat.

Seringkali, secara tidak sadar pengetahuan yang berkembang, dan teknologi yang tercipta selalu tidak selaras dengan alam, selalu tidak harmonis dengan kehidupan makhluk lainnya. Karena seperti telah disebutkan diatas, pengetahuan yang berkembang tidak berpijak pada Mukjizat Al-Qur’an.

Untuk itulah Al-Qur’an diturunkan … untuk mengatasi problem problem perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang arahnya akan semakin merusak kehidupan itu sendiri.

Disinilah sebenarnya peran peran pesantren, Madrasah dan Perguruan tinggi Agama Islam… bagaimana Al-Qur’an betul betul dijadikan petunjuk, betul betul menjadi dasar, betul betul menjadi pijakan, betul betul menjadi sumber ide, untuk menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut pak kyai bahwa  dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad…., memunculkan kesadaran bahwa mukjizat Al-Qur’an yang diturunkan kepada umat melalui beliau Rosulullah, untuk selalu dijadikan rujukan, selalu dijadikan sumber ide, dijadikan sebagai sebuah cara pandang untuk menghasilkan ilmu pengetahuan, Sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup bagi semua makhluk yang ada dialam semesta ini dan kualitas kehidupan yang selaras dengan alam.

Wallahu a’lam

Berita Terkait