| Tugas untuk Membenarkan dan Melaksanakan. Ada pengalaman menarik dari penelitian bersama beberapa mahasiswa, penelitian tentang biofilter berbahan tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur’an (Kurma, zaitun, delima) untuk menangkap radikal bebas pada asap rokok guna mengurangi dampak negatif/meningkatkan kualitas asap rokok. Ketika kami mencampur bahan serbuk biji kurma dan serbuk daun delima (serbuk daun delimanya lebih banyak dari pada serbuk biji kurmanya), maka hasilnya cukup bagus…, ada 6 radikal bebas yang tertangkap dari 7 radikal bebas pada asap rokok. Ke 7 radikal bebas itu adalah Hidroperoxida, CO2-, C, Peroxy, O2-, CuGeO3 dan CuOx. Namun ketika kami menggunakan Al-Qur’an sebagai petunjuk… dimana kata “kurma” disebutkan sebanyak 21 kali dalam Al-Qur’an, sementara kata “delima” hanya disebutkan 3 kali…, maka kami mencoba untuk merubah komposisinya. Komposisi serbuk biji kurma kami buat lebih banyak dari pada serbuk daun delimanya dalam pembuatan biofilter. Dan hasilnya… semua radikal bebas pada asap rokok tidak terdeteksi lagi (artinya bahwa semua radikal bebas asap rokok telah tertangkap oleh biofilter tsb, sehingga asap rokok menjadi lebih berkualitas). * Dalam setiap kesempatan Pak Kyai selalu mengingatkan kepada santrinya .. untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk, menjadikan nilai nilai Islam sebagai pegangan dalam setiap aktifitas apa saja termasuk aktifitas berfikir. Bahwa tidak ada keraguan atas kebenaran Al-Qur’an (QS Al-Baqarah 2). Al-Qur’an adalah petunjuk yang lengkap dengan segala penjelasannya (QS Al-Baqarah 185). Al-Qur’an merupakan petunjuk yang berisi jawaban atas segala persoalan (QS An-Nahl 89). Pak Kyai juga pernah menyampaikan bahwa…. jika ingin menjadi manusia yang bermartabat, maka kita harus selalu membenarkannya (Al-Qur’an).., setelah membenarkannya maka kemudian harus diupayakan untuk melaksanakannya. “Ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Qur’an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.” (QS Maryam: 41) “Dan Ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.” (QS Maryam: 56). Ketika manusia telah membenarkannya… dan melaksanakannya (melaksanakan kebenaran) maka martabat, kemuliaan, kebahagiaan akan diperolehnya (Allah akan mengangkatnya ke martabat yang tinggi) “Dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang Tinggi” (QS Maryam: 57) Apakah kita sudah membenarkan dan melaksanakan petunjuk petunjukNYA dalam bermuamalah, dalam berpolitik termasuk juga dalam berfikir ? Wallahu a’lam 🙏🙏🙏 |





