{"id":1223,"date":"2024-09-13T13:00:00","date_gmt":"2024-09-13T13:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/?p=1223"},"modified":"2024-09-13T13:00:00","modified_gmt":"2024-09-13T13:00:00","slug":"tugas-untuk-membenarkan-dan-melaksanakan-renungan-jumat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/en\/tugas-untuk-membenarkan-dan-melaksanakan-renungan-jumat\/","title":{"rendered":"Tugas untuk Membenarkan dan Melaksanakan-Renungan Jum&#8217;at"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Tugas untuk Membenarkan dan Melaksanakan. \u00a0 Ada pengalaman menarik dari penelitian bersama beberapa mahasiswa, penelitian tentang biofilter berbahan tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur\u2019an (Kurma, zaitun, delima) untuk menangkap radikal bebas pada asap rokok guna mengurangi dampak negatif\/meningkatkan kualitas asap rokok. \u00a0 Ketika kami mencampur bahan serbuk biji kurma dan serbuk daun delima (serbuk daun delimanya lebih banyak dari pada serbuk biji kurmanya), maka hasilnya cukup bagus\u2026, ada 6 radikal bebas yang tertangkap dari 7 radikal bebas pada asap rokok. Ke 7 radikal bebas itu adalah Hidroperoxida, CO2-, C, Peroxy, O2-, CuGeO3 dan CuOx. \u00a0 Namun ketika kami menggunakan Al-Qur\u2019an sebagai petunjuk\u2026 dimana kata \u201ckurma\u201d disebutkan sebanyak 21 kali dalam Al-Qur\u2019an, sementara kata \u201cdelima\u201d hanya disebutkan 3 kali\u2026, maka kami mencoba untuk merubah komposisinya. \u00a0 Komposisi serbuk biji kurma kami buat lebih banyak dari pada serbuk daun delimanya dalam pembuatan biofilter. Dan hasilnya\u2026 semua radikal bebas pada asap rokok tidak terdeteksi lagi (artinya bahwa semua radikal bebas asap rokok telah tertangkap oleh biofilter tsb, sehingga asap rokok menjadi lebih berkualitas). * \u00a0 Dalam setiap kesempatan Pak Kyai selalu mengingatkan kepada santrinya .. untuk terus menjadikan Al-Qur\u2019an sebagai petunjuk, menjadikan nilai nilai Islam sebagai pegangan dalam setiap aktifitas apa saja termasuk aktifitas berfikir. \u00a0 Bahwa tidak ada keraguan atas kebenaran Al-Qur\u2019an (QS Al-Baqarah 2). Al-Qur\u2019an adalah petunjuk yang lengkap dengan segala penjelasannya (QS Al-Baqarah 185).\u00a0 Al-Qur\u2019an merupakan petunjuk yang berisi jawaban atas segala persoalan (QS An-Nahl 89). \u00a0 Pak Kyai juga pernah menyampaikan bahwa\u2026. jika ingin menjadi manusia yang bermartabat, maka kita harus selalu membenarkannya (Al-Qur\u2019an).., setelah membenarkannya maka kemudian harus diupayakan untuk melaksanakannya. \u00a0 \u201cCeritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Qur&#8217;an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.\u201d (QS Maryam: 41) \u00a0 \u201cDan Ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.\u201d (QS Maryam: 56). \u00a0 Ketika manusia telah membenarkannya\u2026 dan melaksanakannya (melaksanakan kebenaran) maka martabat, kemuliaan, kebahagiaan akan diperolehnya (Allah akan mengangkatnya ke martabat yang tinggi) \u00a0 \u201cDan kami telah mengangkatnya ke martabat yang Tinggi\u201d (QS Maryam: 57) \u00a0 Apakah kita sudah\u00a0 membenarkan dan melaksanakan\u00a0 petunjuk petunjukNYA\u00a0 dalam bermuamalah, dalam berpolitik termasuk juga dalam berfikir ? \u00a0 Wallahu a\u2019lam \ud83d\ude4f\ud83d\ude4f\ud83d\ude4f<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tugas untuk Membenarkan dan Melaksanakan. \u00a0 Ada pengalaman menarik dari penelitian bersama beberapa mahasiswa, penelitian tentang biofilter berbahan tanaman yang disebutkan dalam Al-Qur\u2019an (Kurma, zaitun, delima) untuk menangkap radikal bebas pada asap rokok guna mengurangi dampak negatif\/meningkatkan kualitas asap rokok. \u00a0 Ketika kami mencampur bahan serbuk biji kurma dan serbuk daun delima (serbuk daun delimanya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1224,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[],"class_list":["post-1223","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1223"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1223\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}