MIU Login

Fenomena Sound Horeg dan Adzab Kaum Tsamud

Fenomena Sound Horeg dan Adzab Kaum Tsamud

Oleh: Ahmad Abtokhi

Pada Kajian PSIS Ba’da Dhuhur Masjid Attarbiyah UIN Malang

02 September 2024

  1. Pendahuluan

Fenomena sound horeg  (seperangkat sound sistem yang mengeluarkan getaran suara keras dan menggelegar) semakin marak di masyarakat, terutama dalam berbagai acara seperti kanaval, pawai, dan perayaan tertentu. Sound horeg , yang dihasilkan dari pengeras suara dengan amplitudo tinggi, menciptakan suara yang dapat dikategorikan sebagai polusi suara. Dalam konteks ini, penting untuk memahami dampak sound horeg  terhadap kesehatan dan lingkungan, serta mengaitkannya dengan kisah dalam Al-Qur’an mengenai adzab yang menimpa kaum Tsamud.

B. Pembahasan

Sound horeg dan Polusi Suara

Sound horeg, yang biasa digunakan dalam berbagai acara, dapat mencapai tingkat kebisingan hingga 135 dB. Menurut standar kesehatan, paparan suara di atas 85 dB selama lebih dari 8 jam dianggap berbahaya, dan suara di atas 120 dB dalam waktu singkat juga berpotensi merusak pendengaran. Sebagai perbandingan, suara bisikan dekat telinga hanya memiliki 30 dB, sedangkan suara knalpot sepeda motor berkisar antara 68-81 dB.

Dampak dari sound horeg tidak hanya sebatas gangguan pendengaran, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan fisik. Fenomena ini telah dilaporkan mengakibatkan pecahnya kaca jendela dan bahkan atap rumah yang rontok. Selain itu, bayi dan orang tua yang memiliki riwayat penyakit dapat mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius akibat paparan suara yang berlebihan.

Etika dan Akhlak dalam Menggunakan Teknologi

Sound sebagai produk sains dan teknologi memiliki dampak positif dan negatif. Dalam konteks positif, sound berfungsi sebagai pengeras suara yang dapat meningkatkan kenyamanan dalam mendengar. Namun, ketika digunakan secara berlebihan dan tidak etis, sound dapat menjadi sound horeg yang merugikan masyarakat.

Penting bagi kita untuk mengedepankan akhlak dan etika dalam penggunaan teknologi, termasuk dalam pengoperasian sound system. Kesadaran akan dampak sosial dan kesehatan dari penggunaan sound horeg harus menjadi perhatian bersama, agar teknologi dapat digunakan untuk tujuan yang bermanfaat tanpa merugikan orang lain.

Kisah Kaum Tsamud dalam Al-Qur’an

Kisah kaum Tsamud dalam Al-Qur’an, yang diabadikan dalam surat Al-Hijr ayat 83, mengisahkan tentang adzab yang diturunkan kepada mereka berupa suara yang sangat keras. Suara ini datang pada pagi hari, saat udara masih jernih, dan menyebabkan kehancuran total pada rumah-rumah mereka yang terbuat dari batu.

Allah berfirman dalam Q.S Al-Hijr · Ayat 83

فَاَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُصْبِحِيْنَۙ ۝٨٣

fa akhadzat-humush-shaiḫatu mushbiḫîn

Kemudian mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur pada pagi hari,

ayat di atas mengingatkan kita akan bahaya dari suara yang tidak terkendali dan dampak destruktif yang dapat ditimbulkan.

C. Kesimpulan

Fenomena sound horeg menunjukkan bagaimana teknologi dapat membawa dampak positif maupun negatif. Meskipun sound horeg dapat digunakan untuk tujuan hiburan atau perayaan, penggunaan yang tidak etis dapat mengakibatkan polusi suara dan dampak kesehatan yang serius. Kisah kaum Tsamud dalam Al-Qur’an menjadi pengingat akan konsekuensi dari penyalahgunaan suara, di mana adzab yang diterima mereka akibat suara yang keras menjadi pelajaran penting bagi kita. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menerapkan akhlak dan etika dalam penggunaan teknologi, serta menyadari tanggung jawab sosial dalam setiap tindakan yang dilakukan, agar tidak merugikan orang lain dan lingkungan sekitar.

[Wallahu a’lam bisshowab]

Berita Terkait