Mengajarkan Kesederhanaan
Disebuah kampung ada seorang kyai yang menarik perhatian untuk dijadikan contoh dalam hal kesederhanaan. Pak Kyai ini cukup kaya dengan beberapa sawah dan hewan ternak yang dimilikinya, hasil dari kerja kerasnya selama ini. Pak Kyai ini juga memiliki pesantren dan lembaga pendidikan umum. Beliau setiap hari selain mengurusi para santrinya juga sibuk dengan urusan pertanian dan peternakan.
Setiap ada undangan untuk ceramah beliau selalu menggunakan sepeda pancal, memang beliau kalau kemana-mana selalu menggunakan sepeda pancal…, meskipun beliau juga memiliki mobil untuk bepergian dengan jarak yang jauh.
Beliau selalu tidak bersedia apabila dijemput untuk memberi ceramah jika jaraknya tidak terlalu jauh. Baju yang dipakainya juga selalu sederhana tetapi selalu tampak bersih.
Suatu ketika seorang santrinya bertanya…, “pak kyai kenapa kok selalu naik sepeda pancal, padahal kalau pak kyai mau… bisa selalu ganti-ganti mobil…
Pak Kyai bilang pada santrinya bahwa “ disinilah konsekwensi ketika kita menjadi seorang guru, bahwa segala yang dilakukan oleh guru akan selalu menjadi sarana pembelajaran bagi murid-muridnya”. Apabila seorang guru atau Kyai selalu menampilkan ke glamoran, kemewahan, menampilkan hal-hal yang berbau waah…, maka beliau khawatir jika masyarakat dan santrinya akan menganggap bahwa hasil dari pendidikan adalah harus seperti itu.
Menurut pak kyai bahwa lembaga pendidikan dan orang-orang didalamnya harus selalu mengedepankan kesederhanaan. Lembaga pendidikan harus selalu mengajarkan dan membiasakan akan kehidupan yang tidak berlebih-lebihan.
Semakin lama, semakin sulit mencari orang yang bisa menjadi teladan dalam hal kesederhanaan. Dunia telah dipengaruhi oleh sistem kapitalisme, telah dipengaruhi oleh logika-ligika globalisasi, telah dipengaruhi oleh nalar-nalar modernisasi, maka dalam kehidupan sekarang ini, banyak dari kita lebih mengedepankan nilai-nilai tanda, mengedepankan citra, mengedepankan simbol-simbol dari pada nilai guna.
Dalam kehidupan sekarang ini barang-barang atau benda-benda, atau alat alat atau atribut tidak lagi menjadi sekedar sarana pendukung dalam menunjang aktivitas tetapi lebih dari itu, barang-barang tersebut telah menjadi objek paling penting dan dianggap mampu meningkatkan status, prestise dan bahkan kehormatan.
Sehingga yang disibukkan oleh banyak individu, banyak kelompok, banyak intitusi adalah mengejar status, mengejar pretise, mengejar bentuk-bentuk kemewahan dan lain sebagainya. Inilah yang kemudian melahirkan perilaku korupsi, ingin saling menguasai, kehidupan abal-abal, budaya pencitraan dan lain sebagainya.
Kebahagiaan diukur dari banyaknya meteri yang dapat dikumpulkan, dan banyaknya sesuatu yang dikuasai. Hidup masa sekarang sepertinya tidak sah tanpa simbol dan atribut kemewahan dan tanpa menguasai sesuatu. Merasa tidak cukup, meskipun hidupnya sudah layak.
Pak Kyai mengajak kepada para santrinya untuk belajar untuk dapat menikmati keindahan dalam hal-hal yang sederhana.
Keindahan ketika mengayuh sepeda pancal, Keindahan ketika kehujanan dan mencari tempat berteduh, keindahan ketika melihat kupu-kupu yang lagi kejar-kejaran, keindahan ketika memberi makan burung-burung liar di teras rumah, keindahan ketika dipagi hari mendengarkan siulan burung diranting-ranting pohon sambil menyeruput kopi tubruk. Keindahan ketika memberi makan ayam-ayam peliharaan…dan banyak lagi rentetan-rentetan kesederhanaan yang sarat makna dan penuh arti.
Selama ini kita telah terikat oleh doktrin kehidupan yang mengagungkan sukses, mendewakan kekuasaan, menuhankan materi, sehingga kita semakin sulit untuk merasakan keindahan dalam kesederhanaan.
Pak Kyai berpesan kepada santrinya untuk selalu berupaya menikmati keindahan dalam kesederhanaan, karena dalam kesederhanaan itulah mengandung kekuatan besar untuk pencapaian cita-cita kehidupan yang sejahtera dan harmonis bagi seisi alam
Hasil dari pendidikan bukan untuk terciptanya kemegahan, bukan untuk terciptanya kemewahan, bukan untuk terciptanya kemoderenan, bukan untuk menciptakan penghegemonian terhadap komunitas lain, tetapi hasil dari pendidikan adalah terciptanya kualitas hidup bagi semua makhluk dan kualitas kehidupan yang selaras dengan alam.
Wallahu a’lam 🙏🙏🙏





