{"id":1139,"date":"2024-07-12T10:56:00","date_gmt":"2024-07-12T10:56:00","guid":{"rendered":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/?p=1139"},"modified":"2024-07-12T10:56:00","modified_gmt":"2024-07-12T10:56:00","slug":"tugas-untuk-menjaga-kefitrahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/zh\/tugas-untuk-menjaga-kefitrahan\/","title":{"rendered":"Tugas untuk menjaga kefitrahan-Renungan Jum&#8217;at"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td>Tugas untuk menjaga kefitrahan. \u00a0 <br>Dengan kembali pada fitrahnya\u2026 maka kehidupan akan tetap harmoni, damai dan dalam keberkahan.  \u00a0 Fitrah domba adalah digembalakan dan makan rumput sehingga dagingnya sehat yaitu mempunyai rasio antara omega 6 dan omega 3 yang seimbang. Tetapi jika kambing diberi makan tidak sesuai dengan fitrahnya\u2026, misalnya lebih banyak diberi makan biji bijian seperti dibeberapa peternakan besar\u2026 maka rasio omega 6 dan omega 3 menjadi melonjak tidak seimbang. \u00a0 Daging yang nilai rasio omega 6\/omega 3 tinggi akan menyebabkan naiknya\u00a0 resiko\u00a0 penyakit\u00a0\u00a0 jantung, kanker, stroke dan berbagai penyakit yang menggerogoti kekebalan tubuh. \u00a0<br>Fitrah wanita adalah berpasangan dengan pria, sehingga dapat menjalin hubungan yang sehat dan dapat memberikan keturunan untuk terus berlangsungnya kehidupan. Tetapi jika Para wanita atau pria yang memiliki pasangan sesama jenis\u2026 maka hubungan mereka akan sangat beresiko terjangkiti berbagai penyakit dan menularkannya pada lingkungan sekitarnya. \u00a0 HIV, sifilis, hepatitis, infeksi Chlamydia, kanker anal, kanker mulut adalah resiko yang akan mereka tanggung bagi pasangan LGBT karena keluar dari fitrahnya.  \u00a0<br>Fitrah tanah selalu memberikan kesuburan pada tanaman\u2026 jika tanah itu selalu mendapatkan berbagai zat yang ada dalam kotoran ternak.\u00a0 Kotoran ternak yang kemudian bercampur dengan tanah kaya akan microflora yang mampu memproduksi antibiotics, vitamin, hormon dan macam macam senyawa biogenic\u2026. sehingga tanah menjadi sehat dan subur dan tanaman menjadi tumbuh dengan baik. \u00a0 Tetapi jika tanah itu diberi zat zat kimia (Karena manusia tidak sabar dalam mengelola tanah), maka semakin lama\u2026 tanah tersebut akan semakin mengeras\u2026 dalam jangka waktu berikutnya tanah terus mengalami penurunan kualitas yang pada akhirnya menjadi tidak subur lagi\u2026. sehingga tanaman menjadi tidak tumbuh dengan baik. <br>Fitrah air hujan yang jatuh ke tanah akan terserap oleh tanah kemudian tersimpan dibawah tanah oleh akar akar tanaman yang berperan menahannya sekaligus memanfaatkannya dan sebagian akan terus berjalan menuju tempat yang lebih rendah (kemudian tertampung disungai) dan\u00a0 terus berjalan sampai ke laut dan beberapa tempat yang semestinya. \u00a0 Tetapi ketika Hutan (tanaman) yang menjadi tempat penyimpanan air hujan ditebang, sungai yang menjadi jalan mengalirnya air dipenuhi dengan sampah, pasir disungai dieksploitasi, bendungan untuk menampung air ada yang membuat sempit, tanah yang berperan untuk resapan diselimuti aspal, dihampari beton, digelari plesteran, didirikan mall mall dan gedung gedung\u2026., maka\u00a0 air yang seharusnya menempuh perjalanan dengan mudah\u2026. menjadi rumit dan penuh rintangan. Sehingga pada akhirnya terjadi banjir. <br>Fitrah sebuah tanaman adalah menghasilkan biji yang kemudian biji tersebut dapat ditanam kembali, sehingga keberlanjutan kehidupannya dapat terus berlangsung dan terjaga. \u00a0 Tetapi, ketika demi sebuah keuntungan\u2026, ada produsen benih dengan merekayasa genetik dengan membuat benih menjadi infertile\u2026 dimana biji yang dihasilkan oleh tanaman dari benih tersebut tidak dapat ditanam kembali, sehingga membuat petani menjadi bergantung pada benih tersebut. \u00a0 Dan akibatnya\u2026 akan merusak keanekaragaman hayati yang ada di bumi ini, karena hanya benih tanaman dari pabrik penghasil benih itulah yang akan eksis dan memonopoli tanaman tanaman lainnya.\u00a0 Dan ketika keanekaragaman hayati menjadi rusak, maka pada akhirnya akan menghancurkan banyak spesies tanaman\/binatang dan jika terus berlanjut maka akan merusak kehidupan yang lebih luas dari kehidupan seluruh makhluk. \u00a0 Pak Kyai pernah berpesan pada santrinya bahwa\u2026. Alam sudah berjalan dengan sempurna. Kita tidak boleh merekayasanya. Karena merekayasa alam pasti akan menimbulkan bencana. \u00a0 Dan tugas kita adalah berupaya agar segala sesuatu tetap berada dan sesuai dengan FITRAHNYA. \u00a0 Wallahu a\u2019lam<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tugas untuk menjaga kefitrahan. \u00a0 Dengan kembali pada fitrahnya\u2026 maka kehidupan akan tetap harmoni, damai dan dalam keberkahan. \u00a0 Fitrah domba adalah digembalakan dan makan rumput sehingga dagingnya sehat yaitu mempunyai rasio antara omega 6 dan omega 3 yang seimbang. Tetapi jika kambing diberi makan tidak sesuai dengan fitrahnya\u2026, misalnya lebih banyak diberi makan biji [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1131,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[],"class_list":["post-1139","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1139","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1139"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1139\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1139"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1139"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psis.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1139"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}